business, people, success and fortune concept - happy businessman with heap of dollar money at office

Demi Bangsa dan Negara, 5 Orang Ini Tak Segan Tinggalkan Gaji Miliaran

Bagi sebagian orang, gaji tinggi mungkin merupakan hal yang dicari dari sebuah pekerjaan. Namun tidak demikian dengan sebagian yang lain. Gaji tinggi adakalanya tak lagi menjadi pertimbangan, dan terkalahkan oleh rasa nasionalisme.

Saking nasionalisnya, bahkan tak sedikit orang yang rela meninggalkan puncak karir dan gaji besar serta hidup mewahnya hanya demi membangun negeri. Orang-orang seperti ini mungkin layak disebut sebagai pahlawan masa kini. Nah, siapa saja sih orang-orang yang meninggalkan karir serta gaji tingginya demi bangsa dan negara ini:

1. B.J Habibie

Siapa tak kenal wakil presiden RI pada masa Soeharto ini, yang kemudian menggantikannya menjadi presiden setelah aksi 1998?

Pada tahun 1978 ia diminta pulang ke Indonesia untuk menjadi penasihat pemerintah di bidang teknologi pesawat terbang dan teknologi tinggi. Kemudian pada tahun itu juga Habibie diangkat menjadi Menristek. Dengan diangkatnya Habibie menjadi Menristek, ia melepas semua jabatan strategisnya di Jerman, bahkan tawaran menjadi warga negara luar biasa Jerman pun ditolaknya.

Habibie melakukan semua ini demi membangun industri penerbangan di Indonesia. Ia sadar cita-citanya belum usai bahkan kini impiannya dilanjutkan sang anak, yang mulai membuat pesawat perintis untuk daerah-daerah kecil di Indonesia.

2. Sri Mulyani Indrawati

Siapa tak kenal sosok perempuan yang menjabat sebagai Menteri Keuangan ini?Pada masa Presiden SBY, SMI mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri keuangan lantaran goncangan politik kasus Bank Century.

Ia pun lantas menerima tawaran sebagai direktur Bank Dunia. Namun pada masa Jokowi, ia kembali diminta menjadi menteri keuangan. Dengan sigap dan tegas ia menerima tawaran tersebut, dan meninggalkan gaji Rp  250 juta perbulan yang didapatnya.

Sri Mulyani merupakan wanita Indonesia pertama yang menjabat sebagai direktur pelaksana harian Bank dunia. Bahkan Sri Mulyani juga di dapuk sebagai wanita paling berpengaruh.

3. Martha Tilaar

Siapa tak kenal nama ini, pemilik perusahaan kecantikan ternama di Indonesia. Martha hijrah ke Amerika mengikuti suaminya Dr. Henry A. Rudolf Tilaar. Di sanalah ia belajar kecantikan dan kemudian bekerja selama tiga tahun di Campes Beauty Salon, Universitas Indiana. Martha tak segan pergi ke Eropa seperti Prancis, Inggris, dan Jerman Barat untuk belajar ramuan kecantikan dari pabrik-pabrik merek terkenal.

Sukses bertahun-tahun menimba ilmu di luar negeri tak lantas membuatnya lupa negara kelahiran. Ia pun kembali ke Indonesia untuk mengembangkan potensi alam yang ada di Indonesia. Hingga akhirnya kosmetik berbahan asli Indonesia miliknya terkenal tidak hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegara.

4. Arcandra Tahar

Awalnya tak banyak orang mengenal beliau, hingga akhirnya namanya masuk dalam jajaran Menteri. Arcandra dipanggil untuk menempati posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dia menerima panggilan negara ini dengan meninggalkan posisinya sebagai President Direktur Petroneering di Houston, sebuah perusahaan pengembangan teknologi dan enginering yang fokus dalam desain dan pengembangan kilang offshore yang lebih tahan lama, efektif dan aman. Dengan gaji mencapai Rp 1,77 miliar per tahun.

5. Iwan Setiawan

Tinggalkan pekerjaan di Amerika sebagai Director Internal Client Management di Nielsen Consumer Research, Iwan meninggalkan karier yang sudah dirintisnya sejak 10 tahun dan gaji yang tidak kecil demi membangun kampung halamannya di Malang.

Pengalaman meniti karir dan perjalanan hidupnya di Amerika juga ia bagikan dalam bentuk karya novel berjudul “9 Summers 10 Autumns”. [NF/IF]

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…