6 Fakta Mencengangkan Tentang Pulau Onrust, Embarkasi Haji Pertama di Indonesia

Kepulauan seribu merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi, khususnya mereka yang berasal dari Jakarta. Selain lokasinya yang dekat dengan ibu kota, fasilitas  yang ditawarkan cukup menarik serta murah. Untuk menuju salah satu pulau di Kepulauan seribu, biasanya akan memakan waktu antara 10 sampai 30 menit.

Selain pulau Kelor, pulau Bidadari, pulau Pramuka, ataupun pulau-pulau lainnya, ada satu pulau juga yang sebenarnya wajib kamu kunjungi di kepulauan ini, dan itu adalah pulau onrust. Untuk sampai ke sini, biasanya akan sepaket dengan  pulau Kelor dan pulau Cipir.

Lantas, apa saja yang bisa kalian temukan di pulau ini?

Selain menawarkan pemandangan laut, kamu juga akan menemukan pohon tinggi menjulang yang membuat tempat ini terasa adem. Disini juga kamu akan melihat reruntuhan bangunan yang memiliki nilai sejarah serta makam-makam penjajah dan tokoh masyarakat. Kamu juga akan melihat museum yang menampilkannya biorama aktifnya pulau onrust jaman dulu.

Asal tahu saja, pulau onrust ini cukup terkenal dan ramai lho pada zaman kerajaan Banten. Bahkan, pulau ini  merupakan asal muasal gelar haji dan pemondokan atau asrama haji di zaman Hindi Belanda.

Untu lebih jelasnya, berikut beberapa fakta mengenai pulau Onrust yang berhasil Genit.id kumpulkan:

1. Pulau peristirahatan petinggi kesultanan Banten
Pulau ini cukup menjadi perhatian para petinggi Banten, karena tempatnya yang tenang di lautan namun memiliki banyak pohon yang membuatnya begitu asri dan nyaman untuk beristirahat. Ini dilakukan pada abad 17. Sementara kesejukan tempat ini masih bisa dirasakan hingga saat ini.

2. Pulau galangan kapal
Kamu mau tahu berasal dari mana nama pulau onrust itu? Ternyata nama pulau ini berasal dari unrest yang berarti tidak pernah istirahat. Disebut demikian karena sejak VOC Belanda datang ke Indonesia pada 1619, pulau ini cukup sibuk menjadi pulau galangan kapal, dimana kapal datang untuk diperbaiki atau dibuat. Nama lain pulau ini adalah pulau kapal.

3. Embarkasi haji pertama di Indonesia
Pada tahun 1911-1933, pulau ini dialih fungsikan menjadi tempat karantina haji atau embarkasi. Di sini setiap jamaah haji yang akan berangkat dan pulang diinapkan,  kurang lebih 1 bulan.

Langkah ini dilakukan pemerintah Belanda untuk mencegah para calon haji ini menjadi pemberontak ketika pulang. Pasalnya pergi haji saat itu butuh waktu 3 bulanan dengan waktu yang cukup lama, Belanda takut masyarakat Indonesia akan bergaul sehingga memberontak.

Tokoh-tokoh yang pulang berhaji biasanya juga menimba ilmu tentang nasionalisme dan kemerdekaan di Arab. Dan jika kembali dari haji ada Jamaah yang terlihat menyimpan bibit pemberontakan ke Belanda maka akan dibunuh.

Selain itu, di pulau ini juga Pemerintah memberi gelar haji kepada mereka yang baru pulang ini  agar ketika terjadi gerakan pemberontakan Belanda bisa cepat menangkapnya.

Peninggalan berupa bangunan-bangunan, meski tidak utuh, ini masih bisa kamu nikmati di pulau Onrust.

4. Menjadi penjara
Pada tahun 1942, saat Belanda mengalami kekalahan dan kedudukan digantikan, Kepulauan ini berubah fungsi menjadi penjara.

5. Rumah sakit dan penampungan gelandangan
Pada masa kemerdekaan, pulau Onrust kembali beraklimatisasi menjadi rumah sakit menular pada tahun 1950-1960 di bawah pengawasan Depsos.

Dan pada tahun 1960-1965, Onrust menjadi pulau penampungan gelandangan.

6. Makam Maria Van de Velde dan Raden Sekar Maji kartosiworto
Di pulau ini kamu akan menemukan makam Maria Van de velde dan Kartosuworyo.

Konon, sebuah cerita mistik mewarnai makam Maria Van de Velde. Ia adalah istri pengusaha pulau Onrust saat itu,  Johanna Kalf, yang meninggal karenanya penyakit pes. Konon katanya hantunya masih sering muncul dan bermain di ayunan di sekitar makam Belanda. Sampai sekarang makam Belandanya masih ada loh.

Selain makam Belanda, kamu juga akan menemukan makam ketua pertama DI/TII yaitu kartosuwiryo. [NF/IF]

Hey there!

Close
of

Processing files…