‘The Truth’ yang Harus Kamu Ketahui dari Film Bohemian Rhapsody

Film Bohemian Rhapsody sudah tayang di bioskop Indonesia lebih dari satu bulan. Walaupun banyak film baru yang bermunculan akhir-akhir ini seperti Ralph Breaks The Internet, Creed II dan lain-lain, Bohemian Rhapsody masih tetap ada. Ini membuktikan bahwa orang-orang sangat antusias dengan film ini.

Bohemian Rhapsody merupakan film biografi sebuah band yang bernama Queen yang berasal dari Inggris. Bohemian Rhapsody diambil dari salah satu lagu dari band Queen yang sangat fenomenal pada saat zaman tersebut (1970-80an). Film ini bercerita tentang ringkasan perjalanan band Queen dari awal terbentuk hingga konser Live Aid. Bohemian Rhapsody memang terlihat lebih menonjolkan sang vokalis yaitu Freddie Mercury. Beliau terkenal dengan gayanya yang nyetrik dan ceria, namun seperti ada yang misteri di dalam dirinya.

Sesuai dengan namanya, film biografi seharusnya bercerita tentang riwayat kehidupan yang diceritakan kembali. Tetapi bumbu-bumbu drama sepertinya harus tetap ada untuk melengkapi film agar menjadi lebih menarik. Berikut merupakan beberapa hal di film Bohemian Rahpsody yang tidak sesuai dengan kenyataannya.

Warna mata Rami Malek dan Freddie Mercury

Related image

Rami Malek terlihat sangat menguasai perannya sebagai Freddie Mercury. Hampir semua hal yang dilakukan persis seperti Freddie. Namun ada sesuatu yang berbeda dari penampilannya. Freddie Mercury memiliki mata berwarna hitam, Rami Malek berwarna abu-abu. Namun ia tidak memakai softlense untuk menyamai Freddie. Mungkin Rami tidak merasa nyaman, atau bisa jadi ada alasan tersendiri.

 

 Freddie Mercury dan Ex Vokalis band Smile Berteman

Related image

Pada awal film terlihat bahwa Freddie merupakan vokalis baru yang menggantikan seseorang dari sebuah band bernama Smile. Vokalis sekaligus basis tersebut bernama Tim Staffell. Di film, Tim Staffell tiba-tiba mengundurkan diri dari band Smile dengan alasan bosan dengan bandnya yang hanya manggung di bar dan kampus-kampus tanpa adanya kemajuan. Setelah itu, Freddie mendatangi mobil mereka dengan menawarkan diri untuk menjadi vokalis mereka yang baru. Namun sebenarnya Freddie Mercury dan Tim Staffell adalah teman sekolah di Ealing Art College. Tim yang justru mengenalkan Freddie Mercury ke para personil band Smile. Lalu terbentuklah band Queen.

 

Diagnosia AIDS

Image result for freddie mercury hiv

Di film Bohemian Rhapsody, Freddie Mercury didiagnosis terkena HIV AIDS saat sebelum konser Live Aid. Suasana ini menjadi saat dramatis karena saat diagnosa tersebut Freddie sedang dalam masa keterpurukannya. Setelah diagnosa tersebut, ia segera menghubungi teman-temannya untuk bergabung kembali sebagai Queen untuk tampil di konser Live Aid karena Freddie merasa tidak ingin melewatkan kesempatan yang bisa saja ia lewatkan sebelum ia meninggal. Ia memberitahu kepada teman-temannya tentang HIV yang dideritanya. Suasana juga semakin haru saat Freddie menyanyikan lagu Bohemian Rhapsody Too late, my time has comeSends shivers down my spine, body’s aching all the time

Goodbye everybody, I’ve got to go. Gotta leave you all behind face and face the truth. Mama I don’t wanna die, but I sometimes wish I’d never been born at all.

Kenyataannya Freddie didiagnosis HIV 2 tahun setelah konser Live Aid.

 

Freddie Sempat Berhenti dari Queen untuk SOLO?

Related image

Di film, Freddie sempat ingin keluar dari Queen karena ada tawaran solo yang lebih menggiurkan. Ia merasa dirinya harus lebih berkembang. Namun kenyataannya Queen tidak bubar seperti itu. Justru Roger Taylor adalah personil Queen yang pertama membuat albumnya sendiri Fun In Space (1981). Lalu dua tahun kemudian meskipun Queen sempat vakum live, mereka tetap merekam album bersama. Diikuti dengan kemunculan mini album Brian May, lalu album solo Freddie Mr Bad Guy. 

Walaupun terdapat bumbu-bumbu fiksi di film Bohemian Rhapsody, film ini tetap menjadi film yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua generasi terutama orang-orang yang hidup di saat era tersebut. Kerinduan masa kejayaan band Queen sangat terasa saat menonton film ini karena Film ini terasa sangat real seperti konser! Kamu sudah nonton? Bakal lebih seru kalau nonton bareng orang tua kamu loh.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…