Hari Prast: Inspirasi, Komik Nuansa Lokal, Hingga Inktober

Melalui karya-karyanya yang menyentuh keseharian masyarakat Indonesia, Hari Prast menuangkan ide kreatifnya yang enggak terbatas. Ilustrator satu ini dikenal baik dengan karyanya yang menggambarkan kegiatan-kegiatan yang kental dengan nuansa lokal.

Sebagai ilustrator, pria lulusan Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta ini memiliki jam terbang yang cukup tinggi di industri kreatif. Ia sempat menjadi creative director untuk klien-klien besar, hingga kini menggarap projek komik bersama timnya.

Yap, di balik komik-komik yang populer kita lihat di media sosial, Hari bekerja bersama Yoga Adhitrisna, Ada Calisya Minanda, Aditya Hakim, Eko Harsoselanto, Prasajadi, Dyan Rahma, Wastukencono, Kusno Hartomi, Satrio Wibowo, Stephanie Shakila, Faizal Reza, dan Gifan sebagai tim. Karya Hari bersama timnya dapat dilihat lewat akun Instagram @harimerdeka ataupun @karyaadalahdoa.

Lebih suka ilustrasi ketimbang kesenian lain

Mungkin terdengar klise ketika seorang ilustrator mengatakan dirinya jatuh cinta dengan dunia gambar sejak kecil. Namun, kenyataannya hal ini memang menjadi fakta yang sering kita temui dari berbagai ilustrator di Indonesia, atau bahkan secara global. Hari juga termasuk sosok yang menyukai ilustrasi sejak masih kecil. “Kenapa ilustrasi, selain emang suka dari kecil, ilustrasi juga lebih saya kuasain dari pada bentuk-bentuk kesenian yang lain seperti musik dan peran,” tutur Hari.

Kecintaan saja tidak cukup untuk membuat ilustrasi menjadi bagian dari dunia Hari. Ia memiliki prinsip hidup yang membuat profesi ilustrator dirasa cocok untuknya. “Saya selalu ada prinsip, kerja itu harus nyaman, baik dari kemampuan ataupun tempat di mana kita bekerja, dan profesi ilustrator itu menjawab poin-pon saya itu,” terang Hari kepada tim Genit.Id.

Ilustrasi yang dibuat Hari kebanyakan berbentuk komik dan kental dengan tema Indonesia. Hari mengaku, dirinya memang menemukan gaya menggambar dari komik lokal dan seni visual tradisional di Indonesia. “Hal yang mempengaruhi gaya atau style saya kebanyakan memang dari komik, baik komik lokal maupun luar negeri dan juga seni-seni tradisional (visual) di Indonesia. Dari situ lah styledan gaya ilustrasi saya terbentuk,” ujar Hari.

Rajin ikut gerakan Inktober

“Duh, beberapa taun ngikutin Inktober, tapi tahun ini saya absen. Inktobersebuah gerakan yang sangat menyenangkan buat saya, kayak ingat jaman kuliah,” kata Hari sambil tertawa. Selama beberapa tahun ke belakang, Hari termasuk sosok yang rajin mengikuti gelaran Inktober.

Tradisi Inktober sendiri dimulai sejak tahun 2009, oleh seniman yang biasa dipanggil Mr. Jake Parker. Awalnya, ia menggunakan situs resminya untuk menyebarkan kebiasaan Inktober. Ia ingin menantang dirinya untuk meningkatkan kemampuan inking (menggambar menggunakan tinta) dan membangun kebiasaan menggambar yang positif. Kini, Inktober menjadi gerakan yang mendunia dan diikuti berbagai lapisan masyarakat, termasuk Hari di dalamnya.

Seperti tujuan awal Mr. Jake Parker, Inktober ternyata memang memberikan dampak positif untuk Hari. Momentum menggambar manual yang dilakukan selama 31 hari berturut-turut ini turut mengasah kemampuan menggambar Hari. “Buat saya pribadi itu bisa mempertajam gaya dan karakter menggambar saya”.

Di samping mengasah kemampuan, Inktober juga membuat Hari kenal dengan teman-teman baru. Ia juga mendapatkan nilai lebih dari bertambahnya portofolio. “Kalau buat saya sebenarnya ini penting. Dua sampai tiga tahun berturut-turut saya ikutan,  tapi tahun ini saya absen euy. Lumayan selain punya portofolio manual dalam sebulan, saya juga jadi kenal banyak teman,” cerita Hari.
Foto: instagram/harimerdeka

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…