Bayar Utang Nggak Pake Ribet, Begini Caranya!

Genit.id, Jakarta – There will be a time – I don’t know when, I can’t give you a date – when physical money is just going to cease to exist, demikian kata seorang ekonom Amerika, Robert Reich. Dan itu kian terlihat jelas tatkala transaksi tunai perlahan tapi pasti mulai digeser oleh transaksi non tunai. Bukan cuma di Amerika bahkan, tetapi juga di belahan dunia lainnya, termasuk Indonesia.

Di sini, mulai tergesernya peran uang tunai bisa dilihat dari keseharian kita. Mau naik Transjakarta tinggal tempel (kartu)l, mau masuk tol tinggal tap (kartu), mau belanja tinggal gesek (kartu), mau beli es krim tinggal scan kode (QR), dan seterusnya. Singkat kata, cashless. Nggak perlu lagi deh bawa uang tunai banyak-banyak saat bepergian. Cukup bawa e-money dan smartphone, kelar urusan lo!

Cashless society atau Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) sendiri sebenarnya mulai dikenalkan oleh Bank Indonesia sekitar tahun 2014 lalu, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-69 Republik Indonesia di institusi tersebut. GNNT ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya. Ya seperti disebutkan sebelumnya, naik angkutan umum, bayar parkir, bayar tol, beli pakaian, hingga beli makanan.

Dulu, sebagian dari kita mungkin belum semuanya terbiasa dengan metode pembayaran seperti itu. Menggunakan kartu kredit ataupun kartu ATM sebagai alat pembayaran, entah itu untuk membeli pakaian, membayar tagihan listrik, hingga membeli makan siang pun belum menjadi kebiasaan. Yang ada, tunai, tunai dan tunai.

Lantas, bagaimana jika di saat bersamaan dompet kita tertinggal atau kita tidak memiliki uang tunai? Batal deh, meskipun saat itu nyanyian di perut lagi nyaring-nyaringnya. Kecuali ada teman yang berbaik hati mau meminjamkan uang. Terus gantinya kapan?

Yang pasti nggak bisa langsung. Mungkin harus menunggu hingga kita kembali ke kantor, atau paling tidak keesokan harinya saat dompet ada di tangan. Ya, lain halnya kalau kita punya m-banking, ataupun aplikasi lainnya yang memungkinkan kita melakukan P2P (person to person) transfer. DOKU, dalam hal ini adalah salah satunya. Dengan menggunakan aplikasi ini, kalian bisa melakukan P2P transfer dan membayar utang pada teman kapan pun dan dimana pun. Nggak pakai ribet. Biar lebih gampang, kalian bahkan bisa melakukan itu dengan memindai kode QR. Jauh lebih cepat lho, karena tidak mengharuskan kalian menginput ID DOKU terlebih dahulu. Yah, siapa tahu hari itu kalian mendadak hilang ingatan. Oh iya, sebelumnya pastikan dulu kalau teman kalian juga memiliki akun DOKU ya.

Selain itu, transfer uang dengan menggunakan DOKU juga bisa dilakukan ke berbagai akun bank di seluruh Indonesia.

Hey there!

Close
of

Processing files…