Jual Nama Orang Ini Biar Cita-citamu Jadi Pekerja Seni Direstui Orang Tua

Saat ini, desain grafis boleh dibilang menjadi profesi yang banyak dicari anak muda masa kini. Bukan cuma lantaran penghasilannya yang lumayan menebalkan kantong, tetapi juga karena pekerjaan ini erat kaitannya dengan passion seseorang. Jadi bukan semata ingin, apalagi daripada bingung mau kerja apa.

Nah, buat kamu yang berminat menjadi desainer grafis, namun terkendala restu orang tua, berikut ini beberapa nama desainer grafis papan atas Indonesia yang namanya bisa kamu jual untuk menyakinkan mereka. Apalagi, banyak dari para desainer ini juga  tak semata sukses di tanah air, tetapi juga di kancah Internasional.

Dalam community director 99design, dari 17 ribu anggota yang berasal dari Indonesia, 4 ribu orang sudah memenangkan kontes.  Bahkan 99designs telah membayar  sekitar US$ 10 juta untuk desainer Indonesia dan Filipina. Bukan cuma di komunitas ini saja desain grafis Indonesia menancapkan kakinya, banyak yang sudah bekerja di perusahaan secara professional dan bukan cuma di perusahan dalam negeri, tetapi juga perusahaan internasional.

Untuk lebih jelasnya, yuk catat 5 desainer grafis asal Indonesia yang telah mengukir namanya di dunia internasional:

1. Christiawan “Chris” Lie

Pernah tahu action figure militer GI Joe dari perusahaan mainan internasional Hasbro? Buat pengemar action figure  pasti sudah tidak asing dengan nama Christiawan Lie atau Chris Lie. Ya, dialah sang kreator bersama Caravan Studio. Selain GI Joe, Caravan Studio juga memiliki klien seperti Sony Online Entertainment, Mattel, Wizard of The Coast, Fantasy Flight Games, Capcom, Marvel Studio, Alderac Entertainment, 2K Games, Vicarious Visions, LEGO, Firaxis, Tokyopop, dan masih banyak lagi.

Caravan Studio kerap dipercaya untuk membuat concept art, atau karya untuk konsep sebuah produk yang pastinya berperan signifikan dalam menentukan arah produk tersebut ke depannya. Dan hebatnya lagi, Chris Lie bersama Andik Prayogo dan Yudha Negara Nyoman mendirikan re:On Comics untuk wadah komikus Indonesia agar membuat komik berkualitas. Komik keluaran re:ON selalu diburu para reunites, sebutan untuk pengemarnya.

2. Yolanda “Yo” Santosa

Desaner grafis satu ini akrab dengan panggilian Yo. Prestasinya cukup banyak, seperti tiga kali berturut-turut sebagai nominasi Emmy Award dengan karyanya Desperate Housewives (2005), Ugly Betty (2006), dan Zack Snyder’s 300 (2007). Ia bahkan meraih penghargaan Graphic Design USA 2006 untuk kecermelangannya di Komunikasi dan Desain Grafis, Webby Awards Honoree 2006.

Prestasi lainya yang tidak kalah membanggakan adalah keterlibatannya dalam pembuatan film Hulk (2003), dan Herbie Fully Loaded (2005). Proyek yang paling dibanggakan dan berkesan baginya adalah desain untuk Desperate Housewives.

Yo juga mendirikan Ferroconcrete, perusahaan desain dan branding berpusat di Los Angeles, Amerika Serikat.

3. Bayu “Bayo Gale” Santoso

Desain grafis satu ini wajib diajungi jempol. Betapa tidak, di usia 19 tahun dia sudah memenangkan kontes bergengsi desain album “V” milik Maroon 5. Pria dengan nama asli Bayu Santoso yang lebih dikenal dengan panggilan Bayo gale ini memenangkan kontes saat masih menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Desain album V ini cukup cerdik karena menggambungkan unsur barat dan ornamen nusantara (motif ukiran hayati tradisional).

4. Danton Sihombing

Berkarir sejak tahun 1990, Danton Sihombing sudah menyelesaikan gelar Master di bidang desain grafis dari Savannah College of Arts and Design (SCAD), Georgia, AS, dan pernah bekerja di beberapa perusahaan dunia seperti Allied Graphic Arts (AGA), New York.

Proyek pertama Master Daton adalah revitalisasi berharga brand Marks & Spencer dan Nascar. Danton  juga mendirikan Inkara Brand Consulting pada tahun 2000.

5. Lucia C. Dambies

Ini desainer grafis wanita yang akrab dengan panggilan Loucee. Lulusan Cumlaude  Desain Komunikasi Visual, FSRD,ITB tahun 1999 ini sudah bericta-cita menjadi desain grafis sejak SMP. Prestasi yang sudah diraihnya adalah penghargaan Circle Award for Academic Outstanding Achievement dari Pratt Institute. Selama di New York, Loucee sempat bekerja paruh waktu di studio desain grafis legendaris Chermayeff & Geismar dan perusahaan branding Wolff Olins. Loucee yang kini tinggal di Newcastle Upon Tyne, Inggris ini bekerja sebagai Head Designer di Wharton Bradley Mack, perusahaan yang bergerak di bidang internet marketing specialist.

Nah, masih mikir apa yang mungkin bisa kamu lakukan dengan menjadi desainer grafis? Banyak, asal niat dan punya tekad yang kuat. Sebagai awalan kamu juga bisa kok dengan mencoba ikut di beberapa perlombaan. Salah satunya seperti yang pernah digelar Genit.id beberapa waktu lal, yakni Genit Coolabs. Kompetisi kreatif yang juga menjadi ruang apresiasi bagi para kreator muda yang ingin unjuk gigi ini sukses mewujudkan mimpi Ikbar Munandar dkk untuk berkolaborasi dengan para pekerja seni semisal ilustrator Kemas Acil, Sarkodit, dan Hari Prast, serta Randhy Prasetya yang tak lain merupakan founder Yajugaya. [IF]

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…