6 Hal yang Harus Kamu Ketahui Jika Memilih Pekerjaan Sebagai Freelancer

Pekerjaan sebagai seorang freelancer kini banyak diincar oleh anak muda. Ini lantaran  pekerjaan tersebut tidak terlalu mengharuskan seseorang terikat dengan aturan ataupun jam kerja kantor yang ketat. Bahkan menurut Forbes, antara tahun 2005 – 2015, 94 persen dari 10 juta pekerjaan tercipta dari freelance atau pekerjaan sementara. Ini menandakan permintaan yang besar untuk freelancer.

Sesuai namanya, freelancer adalah pekerja lepas, maka kamu akan menjadi bos untuk pekerjaan yang kamu pilih. Untuk itu perlu kesiapan dalam diri kamu agar menjadi seorang freelancer yang sukses. Nah, apa saja sih? Yuk simak!

1. Freelance bukan pekerjaan sewaktu-waktu

Awalnya startup dan bisnis kecil mempekerjakan pekerja lepas untuk proyek ad hoc jangka pendek lantaran staff atau karyawan mereka memang tidak ada yang bisa mengerjakan, namun tren ini mulai berubah menjadi pemilik dan staf  tidak punya waktu untuk melakukannya sendiri. Sebelum akhirnya berganti lagu. Saat ini, perusahaan mengunakan freelancer  sebagai bagian dari strategi inti sebuah bisnis.

“Bisnis modern memilih untuk berjalan dengan mode yang sangat ramping. Kadang-kadang ada solopreneur yang membangun semua yang mereka butuhkan dengan menggunakan freelancer dan mereka menjalankan bisnis sendiri. Bahkan bisnis besar menggunakan freelancer sebagai bagian dari angkatan kerja mereka,” kata Nikolas Badminton, seorang penulis, peneliti dan pembicara utama untuk Futurist.

Rich Pearson, wakil presiden pemasaran dan kategori senior di Upwork telah mengamati pola serupa. Menurutnya beberapa posisi freelancer bahkan menjanjikan proyek panjang hingga enam bulan. Ini tren penting yang wajib diketahui freelancer saat ingin beralih ke pekerjaan tetap.

2. Sering mengalami penolakan pekerjaan

Kerja freelance ini sangat berhubungan dengan kebutuhan perusahaan, keuangan, dan hubungan kerja yang dapat berganti dalam waktu cepat. Makanya tidak sering tiba-tiba ada penolakan atau pemutusan kerja. Namun jangan pernah ambil hati semuanya itu, berdamailah dengan penolakan. Minda Honey, penulis konten lepas mengatakan jangan berkecil hati dengan penolakan, terus mencoba jika kamu bisa melakukan pekerjaan dengan baik akan banyak orang yang ingin bekerja sama.

“Bersenang-senanglah dengan penolakan,” ungkapnya.

3. Temukan dan bergabung dalam sebuah komunitas

Sebagai seorang freelancer, komunitas itu sangat penting untuk memberikan dukungan moril dan sumber pekerjaan. Karena kamu yang bekerja sendirian kadang butuh dukungan dari orang yang seprofesi. Jadi jangan takut, banyak kok sekarang komunitas freelancer, baik di kota besar ataupun kecil mereka semua terhubung dengan media sosial.

5. Selalu membangun jaringan

Sebagai seorang freelancer, kamu tidak harus selalu mengirim permohonan pekerjaan. Jika kamu mampu membangun jaringan, kamulah yang akan dicari orang lain untuk bekerja dan kamu juga harus tahu kapan waktu kamu memiliki banyak pekerjaan dan kapan sedikit sepi.

Cara lain membangun jaringan adalah dengan memperkanalkan diri kamu dengan jelas di media sosial dan sejenisnya.

6. Highlight kemampuan kamu

Kamu harus tahu, sebuah perusahaan mengambil pekerja freelancer adalah untuk mengisi kekosongan pekerjaan dari para staf. Jika kamu mencantumkan ketrampilan khusus dalam lamaran maka kamu akan mendapat perhatian khusus.

“Pastikan meng-highlight ketrampilan unik kamu, beberapa kisah sukses, dan mengapa kamu dapat dikatakan sebagai freelancer terbaik untuk pekerjaan ini,” ungkap Badminton. [IF]

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…