3 Fenomena Alam Ini Bakal Bikin 2018 Makin Seru, Nomor 3 Paling Dinanti!

Bagi kamu yang hobi traveling, kondisi cuaca tentu menjadi pertimbangan setiap kali kamu akan mengunjungi sebuah tempat. Dan itu wajar. Karena siapa coba yang ingin traveling ke sebuah tempat yang tengah dilanda bencana. Ya kecuali itu adalah fenomena alam yang layak diabadikan.

Nah, biar kamu yang berencana melanglang ke banyak tempat wisata di tahun 2018 ini tidak sampai salah tujuan, tidak ada salahnya untuk menyimak beberapa informasi mengenai fenomena alam yang bakal terjadi tahun ini. Selain akan menambah serunya suasana liburan, juga bisa jadi momen spesial. Kira-kira apa saja sih fenomena alam yang bakal menghiasi tahun 2018 ini?

1. Gerhana Bulan Total

Fenomena alam yang paling dekat, yakni gerhana bulan total diperkirakan bakal terjadi pada tanggal 31 Januari ini. Kabar baiknya, gerhana ini bisa diamati dari berbagai wilayah seperti Asia, termasuk Indonesia, sebagian Eropa, Rusia, Australia, wilayah Pasifik, Amerika Barat, dan Amerika Utara.

Di Indonesia sendiri, perkiraan waktu mulai fase awal gerhana akan terjadi sekitar pukul 18.48 WIB, dengan durasi keseluruhan gerhana selama 5 jam 17 menit dan bertahan pada posisi gerhana total selama 1 jam 16 Menit.

2. Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari sebagian ini diperkirakan akan terjadi pada tanggal 15 Februari. Namun sayangnya, gerhana matahari kali ini hanya bisa dinikmati dari wilayah Amerika Selatan. Jadi buat kamu yang sudah merencanakan liburan ke Amerika Selatan, ada baiknya waktu traveling kamu disesuaikan dengan fenomena alam ini.

3. Hujan Meteor

Selama tahun 2018 ini, diperkirakan ada sekitar 11 kali fenomena hujan meteor. Yang paling dekat akan terjadi sekitar tanggal 23 April, yakni Hujan Meteor Lyrid. Hujan meteor yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 ini mencapai puncaknya pada tanggal 23 April dini hari, sekitar pukul 01:00 WIB. Hujan meteor Lyrid bisa dinikmati setelah rasi Lyra yang jadi arah datangnya terbit pukul 23:00 WIB. Bulan perbani awal sudah terbenam saat tengah malam sehingga bisa menikmati kehadiran lintasan meteor di langit sampai fajar menyingsing.  Saat puncak, pengamat hanya bisa melihat 18 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 48,8 km/detik. [IF]

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…