Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemrov DKI Jakarta melintas di kantor Balaikota, Jakarta, Rabu (20/7). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama/2016

Daftar CPNS, Bisa Dapat Jaminan Hari Tua 2 Kali Lipat. Ini Strateginya!

Pendaftaran CPNS mulai ramai diperbincangkan. Secara resmi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) telah mengumumkan penerimaan 19.210 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Mahkamah Agung dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Masyarakat yang ingin melamar dapat melakukan pendaftaran melalui jalur online. Pendaftaran CPNS ini dibuka mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2017.

Anda berminat? Jika iya, Anda perlu menyiapkan strategi agar dapat lulus dari ujian CPNS. Sebab Anda akan bersaing dengan ratusan ribu bahkan jutaan orang yang berjuang memperebutkan kursi abdi negara ini meskipun jumlah yang diterima sangat terbatas setiap tahunnya.

Daya tarik terbesar dari profesi seorang PNS adalah jaminan keuangan seumur hidup, mulai dari bekerja hingga pensiun. Banyak orang menganggap bekerja sebagai PNS dapat memberikan kesejahteraan dan menjamin penghasilan hingga hari tua nanti.

Berbicara tentang jaminan keuangan di hari tua, sebenarnya bisa kita rencanakan mulai dari sekarang. Melalui investasi di salah satu produk investasi yakni reksa dana, kita dapat merencanakan keuangan untuk hari tua dengan baik karena produk reksa dana dapat memberikan keuntungan menarik dengan resiko yang terukur.

Reksa dana saham dapat menjadi pilihan karena jenis reksa dana ini rata-rata dapat menghasilkan returnhingga 10 persen per tahun. Bahkan terdapat beberapa reksa dana saham yang berhasil mencatatkan return jauh di atas 10 persen dalam setahun.

Berikut simulasi investasi reksa dana untuk hari tua yang lebih baik. Dengan menggunakan Simulator Rencana Hari Tua Bareksa, kita dapat mengetahui berapa jumlah uang yang perlu kita sisihkan untuk mencukupi kebutuhan di saat tidak lagi produktif.

Sebagai contoh, Juwita saat ini berusia 25 tahun dengan perkiraan pensiun di usia 59 tahun. Sehingga jangka waktu untuk ia menyisihkan uang setiap bulannya adalah 34 tahun.

Juwita memiliki uang yang telah dikumpulkan hingga saat ini sebesar Rp 5 juta. Dengan penghasilan per bulan dibawah Rp 4 juta, yakni hanya Rp 3,6 juta, Juwita mampu menyisihkan uang sebesar Rp 600 ribu setiap bulannya untuk diinvestasikan pada reksa dana dan sisanya, yakni Rp 3 juta sebagai dana untuk memenuhi pengeluaran bulanan.

Proyeksi imbal hasil investasi sebelum pensiun adalah 11 persen dan proyeksi imbal hasil investasi setelah pensiun sebesar 10 persen. Dengan ekspektasi tingkat inflasi tahunan sebesar 6 persen dan usia harapan hidup hingga usia 70 tahun, maka dihasilkan bahwa dana tabungan pensiun Juwita ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya di saat masa pensiun nanti.

Hal ini ditunjukkan pada tabel tersebut, di mana Juwita berhasil mengumpulkan uang saldo tabungan awal tahun di usia 70 tahun, sebesar lebih dari Rp 498 juta dengan estimasi keuntungan investasi sebesar 10 persen, yakni Rp 49,8 juta. Sehingga total dana yang dimiliki Juwita adalah sebesar Rp 548 juta lebih.

Di usia 70 tahun tersebut, dengan jumlah pengeluaran yang diharapkan sekitar Rp 495,5 juta, Juwita masih memiliki saldo tabungan akhir tahun yang sebesar Rp 52,5 juta lebih.

Simulasi itu telah memberikan kita gambaran bahwa dengan perencanaan keuangan yang baik khususnya melalui investasi reksa dana, kita dapat menyiapkan kebutuhan finansial kita di hari tua nanti.

Terlebih jika Juwita berminat mendaftar CPNS di bulan Agustus nanti dan lulus menjadi PNS, maka Juwita bisa mendapatkan tabungan hari tua dari dua hal, yaitu pensiunan PNS dan hasil investasi reksa dana.

Siapkan hari tuamu dengan berinvestasi reksa dana adalah pilihan jitu.

 

 

Sumber : Bareksa.com

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…