Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Konawe Selatan mencari tumpangan kendaraan pribadi untuk menuju ke kantornya di jalan poros Kendari- Konawe Selatan di Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (4/9). Seusai libur hari raya Iduladha pegawai Pemprov Sulawesi Tenggara mulai kembali bekerja. (ANTARA FOTO/Jojon)

Lulus CPNS Bisa Punya Dana Rp 500 Juta Lebih Saat Pensiun, Emang Bisa?

Pemerintah pada Selasa, 6 September 2017 lalu kembali mengumumkan lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), menyatakan ada sebanyak 17.928 lowongan CPNS untuk mengisi jabatan di 61 lembaga.

Rinciannya, 17.428 lowongan di 60 kementerian dan lembaga dan 500 lowongan di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Pendaftaran peserta untuk seleksi CPNS tahap II dimulai pada 11 September dan ditutup pada 25 September mendatang melalui jalur online.

Lowongan ini, setelah pada Juli lalu sebanyak 19.210 lowongan CPNS juga dibuka untuk dua instansi yakni di lingkungan Mahkamah Agung dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Tercatat untuk dua instansi diminati oleh lebih dari 1 juta pendaftar. Fenomena yang lazim terjadi saat perekrutan CPNS.

Umumnya, motivasi terbesar seseorang ingin menjadi PNS adalah jaminan keuangan seumur hidup, mulai dari bekerja hingga pensiun. Dengan jaminan keuangan yang didapatkan, banyak hal yang bisa dilakukan seorang PNS untuk mengelola keuangannya bahkan bermanfaat hingga masa tua nanti, seperti menyiapkan modal usaha yang akan digarap menjelang masa pensiun, dan lainnya.

Misal saja Anda seorang PNS di usia 25 tahun. Anda memiliki gaji pokok sebesar Rp 2 juta setiap bulan dengan tunjangan-tunjangan lain yang didapatkan setiap tahunnya.

Anda berencana untuk menyiapkan modal usaha dengan cara menyisihkan uang setiap bulannya, yakni hanya 10 persen dari gaji pokok. Sehingga jumlah uang yang dikumpulkan setiap bulan adalah sebesar Rp 200 ribu.

Dengan asumsi pensiun di usia 56 tahun, Anda memiliki jangka waktu sekitar 31 tahun (372 bulan) untuk mengumpulkan uang. Jika Anda konsisten menyisihkan uang Rp 200 ribu tiap bulannya, maka di usia 56 tahun (usia pensiun), uang yang Anda sisihkan tiap bulannya akan menjadi sebesar Rp 74,4 juta.

Lain halnya jika Anda menyiapkan modal usaha melalui investasi di pasar modal. Anda akan berhasil mengumpulkan uang jauh diatas Rp 74,4 juta.

Simulasi Menabung di Reksa Dana

Misalnya Anda tertarik untuk menempatkan uang yang disisihkan setiap bulan tersebut (Rp 200 ribu) pada salah satu produk investasi, seperti reksa dana. Dengan beragam jenis reksa dana yang ada, jenis reksa dana saham dapat menjadi pilihan.

Hal ini dikarenakan jenis reksa dana ini rata-rata dapat menghasilkan imbal hasil hingga 10 persen per tahun. Bahkan terdapat beberapa reksa dana saham yang berhasil mencatatkan keuntungan jauh di atas 10 persen per tahun.

Melalui investasi awal sebesar Rp 100 ribu, kemudian investasi reguler tiap bulannya Rp 200 ribu, dan asumsi keuntungan investasi sebesar 10 persen per tahun, maka uang yang Anda kumpulkan selama 31 tahun dengan berinvestasi di reksa dana saham tersebut tumbuh menjadi Rp 504 juta lebih. Angka itu jauh lebih besar dari hanya sekedar ditabung yang nilainya tidak jauh dari Rp 74,4 juta.

Dengan uang lebih dari Rp 504 juta tersebut, Anda bisa gunakan untuk modal usaha atau kebutuhan pensiun lainnya. Artinya setelah pensiun dari PNS, Anda masih bisa produktif dan membuka lapangan usaha baru, dengan modal yang Anda miliki.

Simulasi Investasi Dengan Kalkulator Investasi Bareksa

Sebagai tambahan informasi, berikut daftar 10 (sepuluh) besar reksa dana saham dengan return tertinggi dalam setahun terakhir (per 07 September 2017) berdasarkan Marketplace Reksa Dana Bareksa.

 

Sumber : Bareksa.com

escort kutahya escort bornova escort beylikduzu escort amasya escort diyarbakir

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…